Coming Soon on December 2011 … !

Setelah sukses dengan Senzasional 2010, kali ini mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia kembali menghadirkan 2nd Senzasional. Senzasional merupakan seminar gizi nasional yang rutin diadakan setiap tahun. Tema yang diangkat untuk 2nd Senzasional kali ini adalah “Sarapan dan Jajanan yang Aman, Bergizi, dan Sehat untuk Mewujudkan Generasi Cerdas”. Melalui seminar ini akan dipaparkan bukti-bukti ilmiah tentang hubungan sarapan dengan kecerdasan dan kesehatan anak. Selain itu akan dibahas juga tentang sarapan dan jajanan yang aman, bergizi, dan sehat sesuai dengan prinsip gizi seimbang.

Nah,,mau tau kapan acaranya dan siapa saja pembicara yang akan terlibat di dalamnya ?? tunggu kabar selanjutnya yaa …

 

Summarized by Gita Wahyu Arifiyanti (majoring Community Nutrition, Faculty of Human Ecology, Bogor Agriculture University, Bogor, West Java, Indonesia)

Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumen Behavior : Theory and Application Marketing)

Kepribadian berkaitan dengan adanya perbedaan karakteristik yang paling dalam pada diri manusia, perbedaan karakteristik tersebut menggambarkan ciri unik masing-masing individu. Kepribadian menggambarkan konsistensi dan berlangsung lama, serta dapat berubah. Terdapat 3 teori kepribadian utama , yaitu:

1. Teori kepribadian Freud (Psychoanalitic theory of personality)

Menurut Freud, kepribadian manusia terdiri dari tiga unsur yang saling berinteraksi, yaitu id, ego, dan superego.

2. Teori Neo-Freud (Teori Sosial Psikologi)

Teori ini menekankan bahwa manusia berusaha untuk memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat dan masyarakat mebantu individu untuk memenuhi kebutuhan dan tujuannya.

Model kepribadian manusia terdiri dari 3 kategori yaitu Compliant, Aggressive, dan Detached.

3. Teori Ciri (Trait Theory)

Teori ciri mengklasifikasikan manusia ke dalam karakteristik atau sifat atau cirinya yang menonjol. Teori ciri didasarkan kepada tiga asumsi, yaitu:

– Individu memiliki perilaku yang cenderung relatif stabil

– Orang memiliki derajat perbedaan dalam kecenderungan perilaku tersebut

– Jika perbedaan-perbedaan tersebut diidentifikasi dan diukur, maka perbedaan tersebut dapat menggambarkan kepribadian individu-individu tersebut.

Gaya Hidup

Gaya hidup adalah pola dimana orang hidup dan menggunakan uang dan waktunya. Gaya hidup berbeda dengan kepribadian. Kepribadian lebih menggambarkan karakteristik terdalam yang ada pada diri manusia. Gaya hidup seringkali digambarkan dengan kegiatan, minat dan opini dari seseorang.

Psikografik

Psikografik adalah instrumen yang digunakan untuk menhukur gaya hidup, yang memberikan pengukuran kuantitatif dan bisa dipakai untuk menganalisis data yang sangat besar.

The Value and Lifestyles System (VALS)

Sistem yang mengklasifikasikan gaya hidup orang amerika berdasarkan bagaimana konsumen menyetujui atau tidak setuju dengan berbagai isu sosial. Berdasarkan VALS2, konsumen dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain Actualizer, Fulfilleds, Believers, Achievers, Strivers, Experiencers, Makers, Strugglers.

Kepribadian dan Perilaku Konsumen

1. Kepribadian Ciri Inovatif Konsumen

Menggambarkan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk-produk atau jasa baru.

2. Dogmatisme

Kepribadian ciri yang mengukur tingkat kekakuan orang dalam menerima segala sesuatu yang tidak dikenal atau menerima informasi yang bertentangan dengan kepercayaan yang dimilikinya.

3. Karakter Sosial

Kepribadian ciri dari karakter sosial yang mengidentifikasi dan membagi individu ke dalam berbagai jenis sosial budaya yang berbeda

Summarized by Gita Wahyu Arifiyanti (majoring Community Nutrition, Faculty of Human Ecology, Bogor Agriculture University, Bogor, West Java, Indonesia)

Based on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumen Behavior : Theory and Application Marketing)


Arti Motivasi

Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan konsumen. Kebutuhan itu sendiri muncul ketika konsumen merasakan ketidaknyamanan antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang dirasakan tersebut mendorong seseorang untuk melakukan tindakan memenuhi kebutuhan tersebut. Inilah yang dinamakan motivasi.

Model Motivasi

Stimulus yang timbul akibat adanya gap antara apa yang dirasakan dengan apa yang seharusnya dirasakan akan menyebabkan pengenalan kebutuhan. Pengenalan kebutuhan akan menyebabkan tekanan kepada konsumen sehingga muncul dorongan dalam dirinya untuk melakukan tindakan yang bertujuan. Tindakan tersebut bisa berbagai macam. Pertama, konsumen akan mencari informasi mengenai produk, merek atau toko. Kedua, konsumen mungkin akan mendatangi toko. Ketiga, konsumen mungkin membeli produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tindakan tersebut akan menyebabkan tercapainya tujuan konsumen atau terpenuhinya kebutuhan konsumen.

Teori Kebutuhan

Dr. Abraham Maslow mengemukakan lima kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya mulai dari yang paling rendah yaitu kebutuhan fisiologis sampai yang paling tinggi yaitu kebutuhan psikogenik. Menurut teori Maslow, manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendahnya terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi.

Gambar 1  Model hierarki kebutuhan Maslow


Kebutuhan Fisiologis

Merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan tubuh manusia untuk mempertahankan hidup. Meliputi makanan, air, udara, rumah, pakaian, dan seks. Teori Engel menyatakan bahwa semakin sejahtera seseorang maka semakin kecil persentase pendapatannya untuk membeli makanan.

Kebutuhan Rasa Aman

Merupakan kebutuhan perlindungan bagi fisik manusia. Meliputi perlindungan dari gangguan kriminalitas sehingga ia bisa hidup dengan aman dan nyaman. Contohnya asuransi.

Kebutuhan Sosial

Manusia membutuhkan rasa cinta dari orang lain, rasa memiliki dan dimiliki, serta diterima oleh orang-orang sekelilingnya. Inilah yang disebut dengan kebutuhan sosial, berdasarkan pada perlunya manusia saling berhubungan satu sama lain.

Kebutuhan Ego

Merupakan kebutuhan untuk berprestasi sehingga mencapai derajat yang lebih tinggi dari yang lainnya.

Kebutuhan Aktualisasi Diri

Merupakan keinginan dari seorang individu untuk menjadikan dirinya sebagai orang yang terbaik sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Teori Motivasi McClelland

Terdapat 3 kebutuhan dasar yang memotivasi seseorang untuk berprilaku, yaitu :

1. Kebutuhan Sukses

Keinginan manusia untuk mencapai prestasi, karir, reputasi yang baik. Kebutuhan ini memiliki kesamaan dengan kebutuhan eo dan kebutuhan aktualisasi diri teori maslow.

2. Kebutuhan Afiliasi

Keinginan manusia untuk membina hubungan dengan sesamanya, mencari teman yang bisa menerimanya, ingin dimiliki oleh orang-orang di sekelilingnya, dan ingin memiliki orang-orang yang bisa menerimanya. Kebutuhan ini memiliki kesamaan dengan kebutuhan sosial dalam teori Maslow.

3. Kebutuhan Kekuasaan

Keinginan seseorang untuk bisa mengontrol lingkungannya, termasuk mempengaruhi orang-orang di sekelilingnya. Kebutuhan ini memiliki kesamaan dengan kebutuhan aktualisasi diri dari teori Maslow.

Aplikasi Teori Motivasi –> Segmentasi & Positioning

Segmentasi

Produk atau jasa yang dipasarkan bisa diarahkan untuk target pasar berdasarkan tingkat kebutuhan konsumen. Teori Maslow dapat menjadi dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Salah satu alternatifnya adalah membuat iklan berisi pesan mengenai kebutuhan konsumen yang dapat dipenuhi oleh produk atau jasa yang akan dipasarkan.

Positioning

Positioning adalah citra produk atau jasa yang ingin dilihat oleh konsumen. Kunci dari positioning adalah persepsi konsumen terhadap produk atau jasa.


Summarized by Gita Wahyu Arifiyanti (majoring Community Nutrition, Faculty of Human Ecology, Bogor Agriculture University, Bogor, West Java, Indonesia)

Based on Ujang Sumarwan.2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumen Behavior : Theory and Application Marketing)


Mengapa perlu memahami konsumen ?

Para pemasar berkewajiban untuk memahami konsumen, mengetahui apa yang dibutuhkan, selera, dan bagaimana konsumen mengambil keputusan. Sehingga pemasar dapat memproduksi barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pemahaman terhadap konsumin akan memungkinkan pemasar untukmempengaruhi keputusan konsumen, sehingga konsumen mau membeli apa yang ditawarkan oleh pemasar. Persaingan yang ketat antarmerek menjadikan konsumen memiliki posisi yang kuat dalam proses tawar menawar.

Definisi Konsumen

Konsumen terdiri dari konsumen individu dan konsumen organisasi. Konsumen Individu membeli barang dan jasa untuk digunakan sendiri atau sebagai hadiah untuk teman maupun saudara. Konsumen individu sering disebut juga sebagai konsumen akhir atau pemakai akhir, dalam konteks barang dan jasa yang dibeli digunakan langsung oleh individu tersebut. Konsumen organisasi membeli produk, peralatan, dan jasa-jasa lainnya untuk menjalankan seluruh kegiatan organisasinya. Konsumen organisasi meliputi organisasi bisnis, yayasan, lembaga sosial, kantor pemerintah, dan lembaga lainnya. Konsumen individu dan konsumen organisasi memberikan sumbangan yang sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi.

Definisi Perilaku Konsumen

Schiffman dan kanuk (1994) : “Perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.

Engel, Blackwell dan Miniard (1993) : “Tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.”

Secara umum perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologhis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal tersebut di atas atau kegiatan mengevaluasi.

Studi perilaku konsumen meliputi : Apa yang dibeli konsumen?, mengapa konsumen membelinya?, kapan mereka membelinya?, di mana mereka membelinya?, seberapa sering mereka membelinya?, dan seberapa sering mereka menggunakannya?.


Alasan Mengapa Perilaku Konsumen Dipelajari

1. Kepentingan pemasaran

2. Kepentingan pendidikan dan perlindungan konsumen

3. Untuk perumusan kebijakan masyarakat dan undang-undang perlindungan konsumen.


Model Keputusan Konsumen

Proses keputusan konsumen dalam membeli atau menkonsumsi produk dan jasa akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu:

1. Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen dan lembaga lainnya

2. Faktor perbedaan individu konsumen

3. Faktor lingkungan konsumen

Gambar 1  Model keputusan konsumen

Proses keputusan konsumen akan terdiri atas tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan kepuasan konsumen. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen akan memberikan pengetahuan kepada pemasar bagaimana menyusun strategi dan komunikasi pemasaran yang lebih baik.

Setelah sukses pada Nutrition Fair (NF) 2008 dan 2009 , HIMAGIZI IPB bekerja sama dengan ILMAGI kembali menggelar Nutrition Fair 2010 yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang. Tema NF kali ini adalah “DIET SEIMBANG UNTUK PENINGKATAN KEBUGARAN DAN KECERDASAN”. Rangkaian acaranya ada seminar nasional, lomba paper, lomba poster dan iklan, lomba memasak, dan pameran edukasi yang bisa diikuti oleh  teman-teman dan adik-adik SMA. Pastinya ga bakalan rugi deh kalo ikut berpartisipasi dalam NF 2010 ini. Nah, kalau mau tahu info selengkapnya, buka aja blog Nutrition Fair 2010. 😉