Summarized by Gita Wahyu Arifiyanti (majoring Community Nutrition, Faculty of Human Ecology, Bogor Agriculture University, Bogor, West Java, Indonesia)
Based on Ujang Sumarwan.2003. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran (Consumen Behavior : Theory and Application Marketing)
Mengapa perlu memahami konsumen ?
Para pemasar berkewajiban untuk memahami konsumen, mengetahui apa yang dibutuhkan, selera, dan bagaimana konsumen mengambil keputusan. Sehingga pemasar dapat memproduksi barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pemahaman terhadap konsumin akan memungkinkan pemasar untukmempengaruhi keputusan konsumen, sehingga konsumen mau membeli apa yang ditawarkan oleh pemasar. Persaingan yang ketat antarmerek menjadikan konsumen memiliki posisi yang kuat dalam proses tawar menawar.
Definisi Konsumen
Konsumen terdiri dari konsumen individu dan konsumen organisasi. Konsumen Individu membeli barang dan jasa untuk digunakan sendiri atau sebagai hadiah untuk teman maupun saudara. Konsumen individu sering disebut juga sebagai konsumen akhir atau pemakai akhir, dalam konteks barang dan jasa yang dibeli digunakan langsung oleh individu tersebut. Konsumen organisasi membeli produk, peralatan, dan jasa-jasa lainnya untuk menjalankan seluruh kegiatan organisasinya. Konsumen organisasi meliputi organisasi bisnis, yayasan, lembaga sosial, kantor pemerintah, dan lembaga lainnya. Konsumen individu dan konsumen organisasi memberikan sumbangan yang sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi.
Definisi Perilaku Konsumen
Schiffman dan kanuk (1994) : “Perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.”
Engel, Blackwell dan Miniard (1993) : “Tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.”
Secara umum perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologhis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal tersebut di atas atau kegiatan mengevaluasi.
Studi perilaku konsumen meliputi : Apa yang dibeli konsumen?, mengapa konsumen membelinya?, kapan mereka membelinya?, di mana mereka membelinya?, seberapa sering mereka membelinya?, dan seberapa sering mereka menggunakannya?.
Alasan Mengapa Perilaku Konsumen Dipelajari
1. Kepentingan pemasaran
2. Kepentingan pendidikan dan perlindungan konsumen
3. Untuk perumusan kebijakan masyarakat dan undang-undang perlindungan konsumen.
Model Keputusan Konsumen
Proses keputusan konsumen dalam membeli atau menkonsumsi produk dan jasa akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu:
1. Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen dan lembaga lainnya
2. Faktor perbedaan individu konsumen
3. Faktor lingkungan konsumen

Gambar 1 Model keputusan konsumen
Proses keputusan konsumen akan terdiri atas tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan kepuasan konsumen. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen akan memberikan pengetahuan kepada pemasar bagaimana menyusun strategi dan komunikasi pemasaran yang lebih baik.